PRAKTIKUM
VII :
MORFOLOGI
BAKTERI : Pewarnaan Sederhana
A. TUJUAN
Mahasiswa
mampu melakukan pewarnaan terhadap bakteri dan memahami sifat dari bakteri
melalui pewarnaan dengan baik dan benar.
B. DASAR TEORI
Mikroorganisme
yang ada di alam ini memiliki struktur, morfologi, dan sifat-sifat yang berbeda
dan khas, begitu juga dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna
dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri yang ada disuspensikan. Salah
satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah diindentifikasi
adalah dengan cara metode pewarnaan. Hal tersebut berfungsi untuk mengetahui
sifat-sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui
serangkaian pewarnaan ( Dwidjoseputro, 2005).
Pewarnaan
sederhana adalah pewarnaan yang menggunakan zat warna tunggal yang bertujuan
untuk mengidentifikasi morfologi sel bakteri. Pada pewarnaan ini, zat warna
yang digunakan salah satunya adalah gentiana violet ( Pelczar, 2007)
Pada
pewarnaan sederhana hanya menggunakan satu macam zat warna untuk meningkatkan
kontras antara mikroorganisme dan sekelilingnya. Prosedur pewarnaan sederhana
mudah dan cepat, sehingga pewarnaan ini sering digunakan untuk melihat bentuk
ukuran dan penataan pada mikroorganisme bakteri. Pada bakteri dikenal bentuk yang
bulat ( coccus), batang (basil), dan spiral (Lay, 1994).
C. ALAT dan BAHAN
ALAT :
1. Mikroskop
2. Gelas
benda 5 buah
3. Tinta
cina
4. Larutan
crystal violet
5. Minyak
imersi
6. Lampu
spiritus
BAHAN :
1. Biakan
murni B. subtilis
D. CARA KERJA
1.
Pewarnaan
negative
Objek glass
dibersihkan dengan alkohol sampai tidak berlemak
↓
Object glass
yang sudah bersih ditetesi dengan tinta cina
↓
Biakan Bacillus
subtilis diambil secara aseptis menggunakan ose bulat
↓
Dengan object
glass lain, bakteri dan tinta diratakan hingga benar-benar rata
↓
Pada sisi
preparat ditetesi minyak imersi sebelum dilihat melalui mikroskop
↓
Diamati di bawah
mikroskop dan hasilnya digambar
2.
Pewarnaan
positif
Object glass
dicuci dengan alkohol hingga bersih
↓
Biakan bakteri (
B.subtilis) diambil secara asptis menggunakan ose bulat
↓
Dilakukan
fiksasi dengan melewatkan object glass berisi biakan beberapa kali diatas nyala
api spiritus
↓
Diteteskan
krital violet dibiarkan 1 – 2 menit
↓
Dicuci dengan
aquadest sampai cat hilang, dikeringkan menggunakan tissue
↓
Pada bagian sisi
preparat diteteskan minyak imersi
↓
Diamati di bawah
mikroskop dengan perbesaran 1000X
↓
Hasil digambar
pada data pengamatan
E. PEMBAHASAN
Pada
prktikum kali ini, praktikan diharuskan melakukan pewarnaan bakteri dengan cara
pewarnaan sederhana. Pewarnaan sederhana sendiri adalah pewarnaan yang
menggunakan zat warna tunggal yang bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi
sel bakteri. Pada pewarnaan sederhana kali ini zat warna yang digunakan adalah
tinta cina dan Kristal violet, sementara bakteri yang dugunakan adalah B.
subtilis.
B. subtilis merupakan bakteri
Gram-positif yang berbentuk batang, dan secara alami sering ditemukan di tanah
dan vegetasi. B. subtilis tumbuh di
berbagai mesophilic suhu berkisar 25-35 derajat Celsius. B. subtilis juga telah berevolusi
sehingga dapat hidup walaupun di bawah kondisi keras dan lebih cepat
mendapatkan perlindungan terhadap stres situasi seperti kondisi pH rendah
(asam), bersifat alkali, osmosa, atau kondisi oksidatif, dan panas atau etanol.
Bakteri ini hanya memiliki satu molekul DNA yang berisi seperangkat set
kromosom. Beberapa keunggulan dari bakteri ini adalah mampu mensekresikan
antibiotik dalam jumlah besar ke luar dari sel.
Pada
pewarnaan negative bakteri dilihat dibawah mikroskop dengan latar belakang
hitam dari tinta cina. Setelah diamati akan terlihat bentuk seperti segi panjang tidak berwarna dengan
latar belakang hitam. Sementara untuk pewarnaan positif, bateri diberi zat
warna Kristal violet dan diamati kembali di bawah mikroskop. Akan terlihat
bakteri berwarna merah jambu dan berbentuk sama saat pewarnaan negative. Pada
dasarnya, baik pewarnaan positive maupun negative memiliki tujuan yang sama
yaitu mengetahui bentuk dari B. subtilis. Perbadaan hanya ditunjukkan dari zat
warna dan hasil setelah diberi warna. Pada pewarnaan negative menggunakan tinta
nigrosin dan yang terwarnai adalah latar belakang dari bakteri. Sementara pada
pewarnaan posistiv menggunakan Kristal violet dan yang terwarnai adalah bakteri
dengan latar belakang transparan.
F. EVALUASI
Berikut
ini adalah hasil pengataman Bacillus subtilis melalui pewarnaan posistif dan
negative.
Pewarnaan positif
![]() |
Pewarnaan negative
G.
KESIMPULAN
Mahasiswa telah mampu melakukan pewarnaan sederhana
menggunakan larutan Kristal violet dan tinta cina terhadap bakteri Bacillus
subtilis melalui pewarnaan positif dan negative di bawah mikroskop untuk
mengetahui bentuk dari Bacillus subtilis.
H.
DAFTAR
PUSTAKA
-
Dwidjoseputro, 2005, Dasar-Dasar Mikrobiologi, Djambatan,
Jakarta
-
Lay, 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, Rajawali, Jakarta
-
Pelczar, 2007, Mikrobiologi, Universitas Indonesia Press, Jakarta
Semarang,
28 Maret 2014
Dosen pengampu Praktikan
Dra.
M.G. Isworo Rukmi, MKes. Restu
Wulandari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar