Sabtu, 21 Februari 2015

Pewarnaan Sederhana

PRAKTIKUM VII :
MORFOLOGI BAKTERI : Pewarnaan Sederhana

A.     TUJUAN
Mahasiswa mampu melakukan pewarnaan terhadap bakteri dan memahami sifat dari bakteri melalui pewarnaan dengan baik dan benar.

B.     DASAR TEORI
Mikroorganisme yang ada di alam ini memiliki struktur, morfologi, dan sifat-sifat yang berbeda dan khas, begitu juga dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri yang ada disuspensikan. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah diindentifikasi adalah dengan cara metode pewarnaan. Hal tersebut berfungsi untuk mengetahui sifat-sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pewarnaan ( Dwidjoseputro, 2005).
Pewarnaan sederhana adalah pewarnaan yang menggunakan zat warna tunggal yang bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi sel bakteri. Pada pewarnaan ini, zat warna yang digunakan salah satunya adalah gentiana violet ( Pelczar, 2007)
Pada pewarnaan sederhana hanya menggunakan satu macam zat warna untuk meningkatkan kontras antara mikroorganisme dan sekelilingnya. Prosedur pewarnaan sederhana mudah dan cepat, sehingga pewarnaan ini sering digunakan untuk melihat bentuk ukuran dan penataan pada mikroorganisme bakteri. Pada bakteri dikenal bentuk yang bulat ( coccus), batang (basil), dan spiral (Lay, 1994).



C.     ALAT dan BAHAN
ALAT :
1.      Mikroskop
2.      Gelas benda 5 buah
3.      Tinta cina
4.      Larutan crystal violet
5.      Minyak imersi
6.      Lampu spiritus
BAHAN :
1.      Biakan murni B. subtilis

D.    CARA KERJA
1.      Pewarnaan negative
Objek glass dibersihkan dengan alkohol sampai tidak berlemak
↓
Object glass yang sudah bersih ditetesi dengan tinta cina
↓
Biakan Bacillus subtilis diambil secara aseptis menggunakan ose bulat
↓
Dengan object glass lain, bakteri dan tinta diratakan hingga benar-benar rata
↓
Pada sisi preparat ditetesi minyak imersi sebelum dilihat melalui mikroskop
↓
Diamati di bawah mikroskop dan hasilnya digambar



2.      Pewarnaan positif
Object glass dicuci dengan alkohol hingga bersih
↓
Biakan bakteri ( B.subtilis) diambil secara asptis menggunakan ose bulat
↓
Dilakukan fiksasi dengan melewatkan object glass berisi biakan beberapa kali diatas nyala api spiritus
↓
Diteteskan krital violet dibiarkan 1 – 2 menit
↓
Dicuci dengan aquadest sampai cat hilang, dikeringkan menggunakan tissue
↓
Pada bagian sisi preparat diteteskan minyak imersi
↓
Diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 1000X
↓
Hasil digambar pada data pengamatan


E.     PEMBAHASAN
Pada prktikum kali ini, praktikan diharuskan melakukan pewarnaan bakteri dengan cara pewarnaan sederhana. Pewarnaan sederhana sendiri adalah pewarnaan yang menggunakan zat warna tunggal yang bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi sel bakteri. Pada pewarnaan sederhana kali ini zat warna yang digunakan adalah tinta cina dan Kristal violet, sementara bakteri yang dugunakan adalah B. subtilis.
B. subtilis merupakan bakteri Gram-positif yang berbentuk batang, dan secara alami sering ditemukan di tanah dan vegetasi. B. subtilis tumbuh di berbagai mesophilic suhu berkisar 25-35 derajat Celsius. B. subtilis juga telah berevolusi sehingga dapat hidup walaupun di bawah kondisi keras dan lebih cepat mendapatkan perlindungan terhadap stres situasi seperti kondisi pH rendah (asam), bersifat alkali, osmosa, atau kondisi oksidatif, dan panas atau etanol. Bakteri ini hanya memiliki satu molekul DNA yang berisi seperangkat set kromosom. Beberapa keunggulan dari bakteri ini adalah mampu mensekresikan antibiotik dalam jumlah besar ke luar dari sel. 
Pada pewarnaan negative bakteri dilihat dibawah mikroskop dengan latar belakang hitam dari tinta cina. Setelah diamati akan terlihat bentuk  seperti segi panjang tidak berwarna dengan latar belakang hitam. Sementara untuk pewarnaan positif, bateri diberi zat warna Kristal violet dan diamati kembali di bawah mikroskop. Akan terlihat bakteri berwarna merah jambu dan berbentuk sama saat pewarnaan negative. Pada dasarnya, baik pewarnaan positive maupun negative memiliki tujuan yang sama yaitu mengetahui bentuk dari B. subtilis. Perbadaan hanya ditunjukkan dari zat warna dan hasil setelah diberi warna. Pada pewarnaan negative menggunakan tinta nigrosin dan yang terwarnai adalah latar belakang dari bakteri. Sementara pada pewarnaan posistiv menggunakan Kristal violet dan yang terwarnai adalah bakteri dengan latar belakang transparan.










F.      EVALUASI
Berikut ini adalah hasil pengataman Bacillus subtilis melalui pewarnaan posistif dan negative.

Pewarnaan positif
 










Pewarnaan negative
 










G.    KESIMPULAN
Mahasiswa telah mampu melakukan pewarnaan sederhana menggunakan larutan Kristal violet dan tinta cina terhadap bakteri Bacillus subtilis melalui pewarnaan positif dan negative di bawah mikroskop untuk mengetahui bentuk dari Bacillus subtilis.

H.    DAFTAR PUSTAKA
-         Dwidjoseputro, 2005, Dasar-Dasar Mikrobiologi, Djambatan, Jakarta
-         Lay, 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, Rajawali, Jakarta
-         Pelczar, 2007, Mikrobiologi, Universitas Indonesia Press, Jakarta

Semarang, 28 Maret 2014
           Dosen pengampu                                                              Praktikan


Dra. M.G. Isworo Rukmi, MKes.                                             Restu Wulandari



Tidak ada komentar:

Posting Komentar