Sabtu, 21 Februari 2015

ISOLASI BAKTERI


LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
ISOLASI DAN MEMBIAKKAN BAKTERI

A.    TUJUAN
1.      Mahasiswa mampu membiakkan mikroba dengan benar.
2.      Mahasiswa mampu mengisolasi atau memisahkan jenis mikroba dengan tepat.

B.     DASAR TEORI
Mikroorganisme di alam hampir selalu dalam keadaan tercampur. Campuran ini sangat kompleks, artinya, memiliki banyak jenis atau meskipun jenisnya sedikit, sifatnya berbeda satu dengan yang lain. Isolasi mikroba dilakukan dengan tujuan memisahkan jenis bakteri sesuai dengan sifatnya agar lebih mudah diidentifikasi. Isolasi suatu galur murni pada prinsipnya dapat dilakukan secara bertingkat. Tingkat pertama dilakukan secara manual dan tingkat kedua adalah dengan media yang bersifat selektif bagi mikroba tertentu. Tingkat ketiga dari koloni yang seolah-olah sudah mungkin, masih perlu diencerkan lagi agar lebih meyakinkan ( Mulyono, 1991).
Pada pertumbuhan dan perkembangan mikroba dibutuhkan substrat yang disebut media. Media adalah bahan yang biasa digunakan untuk membiakkan mikroba di atas atau di dalamnya. Untuk menumbuhkan atau membiakkan mikroba, kita perlu mengetahui kebutuhan dasar kemudian mencoba memformulasikan satu medium yang memberikan hasil terbaik ( Hadioetomo, 1993).
Dalam mengisolasi mikroorganisme dapat menggunakan berbagai cara, antara lain dengan cara goresan (streak plate), cara taburan (pour plate), cara sebar (spread plate), cara pengenceran (dilution method), serta micromanipulator (the micromanipulator method). Yang paling sering digunakan adalah teknik gores dan tuang ( Hadioetomo, 1993)
Pada proses pembiakkan atau isolasi bakteri, pasti tidak diingkan adanya bakteri lain yang mengganggu pengamatan. Usaha – usaha yang dapat dilakukan agar biakkan dan isolasi dapat sesuai dengan yang diinginkan maka dapat dilakukan hal – hal berikut :
1.      Penanaman dengan penggoresan, hal ini dimaksudkan agar didapatkan biakan yang murni.
2.      Biakan agar tabung, untuk melihat perkembangan biakkan murni untuk aglutinasi gelas alas.
3.      Biakkan tusukan, untuk mempertahankan biakan baru.
4.      Viakkan cairan, untuk menunjukkan biakan yang banyak dan cepat. Namun tidak dapat membuat biakkan murni dari bahan yang mengandung berbagai mikroorganisme.
5.      Biakkan agar tuang, untuk menentukan jumlah koloni dari bakteri ( Dwidjoseputro, 1994)

C.     ALAT dan BAHAN
a.       Isolasi Bakteri
1.      Suspensi campuran bakteri
2.      Medium Nutrient Agar tegak
3.      Cawan petri steril
b.      Membiakkan bakteri
1.      Sampel bakteri dalam cawan petri
2.      Medium Nutrient Agar tegak
3.      Medium Nutrient Agar miring
4.      Medium Nutrient Broth
5.      Jarum tanam tajam
6.      Ose bulat
7.      Lampu spiritus

D.    CARA KERJA
a.       Isolasi bakteri
1.      Goresan
Tuangkan medium NA cair ke dalam cawan petri steril, tunggu hingga membeku
↓
Ambil sampel bakteri dari cawan petri yang disediakan menggunakan ose bulat. Ambil 3 – 4 sampel bakteri dalam cawan yang sama
↓
Goreskan pada permukaan cawan petri berisi medium NA. Pastikan goresan rata pada seluruh permukaan cawan.
↓


Tulis nama medium, tempat pengambilan bakteri (mis.: rambut, kotoran gigi), dan tanggal isolasi
↓
Inkubasikan selama 24 – 48 jam. Amati perubahan yang terjadi.
                       
2.      Taburan
Ambil secara aseptik 2 – 3 bakteri dari cawan yang sama
↓
Masukkan ke dalam aquadest steril, homogenkan
↓
Tuangkan medium cair ke dalam cawan steril, bekukan medium
↓
Tuangkan secara merata aquadest yang berisi bakteri
↓
Tulis nama medium, tempat pengambilan bakteri, dan tanggal isolasi
↓
Inkubasikan selama 24 – 48 jam. Amati perubahan yang terjadi pada cawan dan tabung berisi aquadest.
           
b.      Membiakkan bakteri
1.      Biakan Agar tegak ( stab culture)
Siapkan agar tegak
↓
Ambil secara aseptik bakteri dari cawan petri dengan jarum tanam tajam
↓
Tusukkan ke dalam medium agar tegak hingga ¾ bagian
↓


Tulis nama medium, tempat pengambilan bakteri, dan tanggal pembiakkan
↓
Inkubasikan selama 24 – 48 jam. Amati perubahan yang terjadi
           
2.      Biakkan Agar miring
Siapkan medium Agar miring
↓
Ambil secara aseptik bakteri dari cawan menggunakan ose bulat
↓
Goreskan pada permukaan medum Agar miring
↓
Tulis nama medium, tempat pengambilan bakteri, dan tanggal pembiakkan.
↓
Inkubasikan selama 24 – 48 jam. Amati perubahan yang terjadi

3.      Biakkan Cair
Siapkan medium cair dalam tabung steril
↓
Ambil secara aseptik satu spesies bakteri dari cawan
↓
Masukkan ke dalam tabung berisi medium, homogenkan
↓


Tulis nama medium, tempat pengambilan bakteri, dan tanggal pembiakkan
↓
Inkubasikan selama 24 – 48 jam. Amati perubahan yang terjadi

  1. PEMBAHASAN
a.       Isolasi bakteri
Isolasi bakteri dilakukan dengan dua cara / metode, yaitu taburan dan goresan. Dari praktikum yang dilakukan, dengan metode taburan, bakteri tersebar di seluruh permukaan cawan petri. Berbeda dengan metode goresan. Selain itu, pada metode taburan, bakteri lebih terlihat jelas daripada ketika menggunakan metode goresan. Pada masa inkubasi 20 jam, jumlah bakteri juga berbeda dengan inkubasi 48 jam. Bakteri terlihat lebih banyak dari sebelumnya.

b.      Pembiakkan bakteri
Pembiakkan bakteri pada saat praktikum menggunakan tiga macam medium yaitu medium agar tegak, agar miring, dan medium cair. Pada inkubasi 20 jam, bakteri dalam medium agar tegak masih terlihat berada di dalam medium. Namun saat mencapai 48 jam, bakteri terlihat lebih banyak berada di permukaan medium. Pada medium agar miring, bakteri tumbuh secara zig zag dan tidak berubah, baik saat inkubasi 20 jam dan 48 jam. Dalam medium cair pada masa inkubasi 20 jam, bakteri terlihat di antara permukaan dan dasar tabung. Medium terlihat keruh. Namun, pada saat pengamatan masa inkubasi 48 jam, terlihat bakteri yang berada di permukaan lebih banyak daripada di dasar ataupun di antara permukaan dan dasar tabung. Dari pengamatan yang dilakukan, bakteri merupakan bakteri aerob karena jumlah di permukaan medium lebih banyak. Hal itu disebabkan karena bakteri yang dibiakkan membutuhkan oksigen untuk berkembang biak.
  1. EVALUASI
GAMBAR TERLAMPIR

  1. KESIMPULAN
1.      Dari praktikum yang dilakukan, mahasiswa telah mampu mengisolasi bakteri menggunakan dua metode yakni metode goresan dan taburan dengan baik.
2.      Dari praktikum yang dilakukan, mahasiswa telah mampu membiakkan bakteri dengan tiga medium yang berbeda, yaitu, dengan medium Agar tegak, agar miring, dan medium cair dengan baik.

  1. LAMPIRAN
GAMBAR TERLAMPIR

  1. DAFTAR PUSTAKA
-          Hadioetomo, R, S, 1993, Mikrobiologi Dasar dalam Praktek : Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
-          Mulyono, Judoamidjojo, 1991, Teknologi Fermentasi, IPB Press, Bogor
-          Dwidjoseputro, D, 1994, Dasar – dasar Mikrobiologi, Djambatan, Jakarta


Semarang, 7 Maret 2014
Dosen pembimbing                                                                 Mahasiswa



Dra. M.G. Isworo Rukmi, MKes.                                                       Restu Wulandari




Tidak ada komentar:

Posting Komentar