Sabtu, 21 Februari 2015

MIKROBA DI SEKITAR


LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI
MIKROBA DI SEKITAR KITA




 








DISUSUN OLEH :
RESTU WULANDARI         13-0345

AKADEMI FARMASI THERESIANA
SEMARANG
2014

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
MIKROBA DI SEKITAR KITA

A.    TUJUAN
1.      Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui jenis-jenis mikroba yang yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Mahasiswa dapat memahami teknik pengembangbiakan mikroba berdasarkan jenis-jenis mikroba.

B.     DASAR TEORI
Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita sangat besar dan cukup kompleks. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita seperti mulut, saluran pencernaan, dan kulit. Karena jumlah yang begitu banyak dan beragam, maka dalam mikrobiologi, diperlukan pemisahan antara spesies satu dengan yang lain agar menjadi suatu biakan yang murni ( Hans, 1996).
Mikroorganisme dibiakkan di laboratorium pada bahan yang disebut medium. Terdapat banyak sekali jenis medium yang tersedia dan pemakaian medium untuk pertumbuhan bakteri dipenagruhi oleh jenis mikroba yang akan ditumbuhikan. Untuk pemeliharaan mikroba yang telah dibiakkan, dalam jangka pendek dapat disimpan pada suhu lemari es ( 0o – 10oC ), sedangkan untuk pemeliharaan jangka panjang dapat disimpan dalam nitrogen cair pada suhu -196oC ( Waluyo, 2005).
Beberapa mikroba memiliki persyaratan nutrient yang sederhana, sementara yang lain memiliki persyaratan yang rumit. Karena alas an inilah, maka kondisi harus disesuaikan sedemikian sehingga menguntungkan bagi  bakteri yang sedang dibiakkan ( Dwidjoseputro, 2005).
C.     ALAT dan BAHAN
ALAT                                                                         BAHAN
1.      1 cawan petri yang tidak steril                              1. Medium TEA tegak
2.      7 cawan petri steril                                                2. Helai rambut          
3.      Bunsen                                                                  3. Epidermis kulit tangan
4.      Pipet volume yang tidak steril                              4. Kotoran gigi
5.      Aquadestilata                                                        5. Jari yang kotor
6.      Tusuk gigi

D.    CARA KERJA
Siapkan 1 cawan petri tidak steril dan 7 cawan petri steril
↓
Turunkan suhu TEA tegak yang sebelumnya telah dicairkan sampai suhu ± 38o – 40oC
↓
Tuangkan medium TEA tegak secara aseptik ke dalam semua cawan petri, biarkan membeku
↓
Biarkan cawan petri 1 (tidak steril) dan cawan petri 2 tanpa perlakuan.
(cawan petri 2 sebagai control)
↓
Ambil secara aseptic aquadest steril dengan pipet tidak steril, teteskan ke dalam cawan petri 3
↓
Tandai cawan petri 4 menjadi dua bagian A dan B. Kerik sedikit kotoran gigi dengan tusuk gigi dan letakkan pada bagian A
↓
Bersihkan alat pengerik dengan alcohol 70%, kerik sedikit epidermis kulit tangan, letakkan pada bagian B.
↓
Ambil helai rambut dengan pinset yang telah disterilakn dengan alkohol 70% dan letakkan pada cawan petri 5.
↓
Tandai cawan petri 6 menjadi dua bagian A dan B. bagian A untuk jari yang tidak steril, dan bagian B untuk jari pada tangan yang sama dan sudah cuci tangan dengan antiseptik.
↓
Buka cawan petri 7 dan 8. Cawan petri 7 diletakkan di dalam laboratorium, sedangkan cawan 8 di luar laboratorium.
↓
Inkubasikan selama 24 – 48 jam. Amati perubahan yang terjadi.

E.     PEMBAHASAN
Pada cawan pertama yang tidak steril dan cawan kedua yang telah disterilkan, medium tidak mengalami perubahan dan masih tetap bening. Begitu juga dengan cawan ketiga. Namun, cawan kedua terlihat lebih bening daripada cawan pertama dan ketiga. Pada cawan ke empat, terdapat kotoran gigi pada bagian A dan epidermis kulit tangan pada bagian B. Hasilnya, terlihat ada bakteri yang tumbuh, terutama di bagian B yaitu epidermis kulit tangan. Bakteri yang terlihat lebih banyak daripada kotoran gigi.
Pada cawan petri nomor 5, yakni helai rambut terdapat kontaminan berwarna hijau. Masuknya kontaminan dapat disebabkan karena kurang aseptik pada saat pengerjaan penanaman helai rambut. Untuk cawan nomor 6 pada bagian A adalah jari tangan sebelah kiri sebelum dicuci. Kemudian tangan tersebut dicuci dengan air mengalir dan cairan antiseptik, maka pada bagian B akan terlihat lebih bersih atau tidak ada bakteri sam sekali.
Cawan petri nomor 7 yang diletakkan di dalam laboratorium terlihat lebih banyak bakteri daripada cawan petri nomor 8 yang diletakkan di luar laboratorium meskipun dari segi warna, cawan petri nomor 8 lebih keruh.

F.      EVALUASI
Gambar terlampir

G.    KESIMPULAN
1.      Mahasiswa telah dapat memahami dan mengetahui jenis-jenis mikroba yang yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Mahasiswa telah dapat memahami teknik pengembangbiakan mikroba berdasarkan jenis-jenis mikroba.

H.    DAFTAR PUSTAKA
-          Schagel, Hans G, 1996, Mikrobiologi Umum, Gadjah Mada University Press,      Yogyakarta
-          Waluyo, 2005, Mikrobiologi Umum, UMM Press, Malang
-          Dwidjoseputro, 2005, Dasar-Dasar Mikrobiologi, Djambatan, Jakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar