LAPORAN
PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI
MIKROBA
DI SEKITAR KITA
![]() |
DISUSUN
OLEH :
RESTU
WULANDARI 13-0345
AKADEMI
FARMASI THERESIANA
SEMARANG
2014
LAPORAN
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
MIKROBA
DI SEKITAR KITA
A. TUJUAN
1. Mahasiswa
dapat memahami dan mengetahui jenis-jenis mikroba yang yang ada dalam kehidupan
sehari-hari.
2. Mahasiswa
dapat memahami teknik pengembangbiakan mikroba berdasarkan jenis-jenis mikroba.
B. DASAR
TEORI
Populasi
mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita sangat besar dan cukup kompleks.
Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita seperti mulut,
saluran pencernaan, dan kulit. Karena jumlah yang begitu banyak dan beragam,
maka dalam mikrobiologi, diperlukan pemisahan antara spesies satu dengan yang
lain agar menjadi suatu biakan yang murni ( Hans, 1996).
Mikroorganisme
dibiakkan di laboratorium pada bahan yang disebut medium. Terdapat banyak
sekali jenis medium yang tersedia dan pemakaian medium untuk pertumbuhan
bakteri dipenagruhi oleh jenis mikroba yang akan ditumbuhikan. Untuk pemeliharaan
mikroba yang telah dibiakkan, dalam jangka pendek dapat disimpan pada suhu
lemari es ( 0o – 10oC ), sedangkan untuk pemeliharaan
jangka panjang dapat disimpan dalam nitrogen cair pada suhu -196oC (
Waluyo, 2005).
Beberapa
mikroba memiliki persyaratan nutrient yang sederhana, sementara yang lain
memiliki persyaratan yang rumit. Karena alas an inilah, maka kondisi harus
disesuaikan sedemikian sehingga menguntungkan bagi bakteri yang sedang dibiakkan ( Dwidjoseputro,
2005).
C. ALAT
dan BAHAN
ALAT BAHAN
1. 1
cawan petri yang tidak steril 1.
Medium TEA tegak
2. 7
cawan petri steril 2.
Helai rambut
3. Bunsen 3.
Epidermis kulit tangan
4. Pipet
volume yang tidak steril 4.
Kotoran gigi
5. Aquadestilata 5.
Jari yang kotor
6. Tusuk
gigi
D. CARA
KERJA
Siapkan 1 cawan petri tidak steril dan 7 cawan petri
steril
↓
Turunkan suhu TEA tegak yang sebelumnya telah
dicairkan sampai suhu ± 38o – 40oC
↓
Tuangkan medium TEA tegak secara aseptik ke dalam
semua cawan petri, biarkan membeku
↓
Biarkan cawan petri 1 (tidak steril) dan cawan petri
2 tanpa perlakuan.
(cawan petri 2 sebagai control)
↓
Ambil secara aseptic aquadest steril dengan pipet
tidak steril, teteskan ke dalam cawan petri 3
↓
Tandai cawan petri 4 menjadi dua bagian A dan B.
Kerik sedikit kotoran gigi dengan tusuk gigi dan letakkan pada bagian A
↓
Bersihkan alat pengerik dengan alcohol 70%, kerik
sedikit epidermis kulit tangan, letakkan pada bagian B.
↓
Ambil helai rambut dengan pinset yang telah
disterilakn dengan alkohol 70% dan letakkan pada cawan petri 5.
↓
Tandai cawan petri 6 menjadi dua bagian A dan B. bagian
A untuk jari yang tidak steril, dan bagian B untuk jari pada tangan yang sama
dan sudah cuci tangan dengan antiseptik.
↓
Buka cawan petri 7 dan 8. Cawan petri 7 diletakkan
di dalam laboratorium, sedangkan cawan 8 di luar laboratorium.
↓
Inkubasikan selama 24 – 48 jam. Amati perubahan yang
terjadi.
E. PEMBAHASAN
Pada
cawan pertama yang tidak steril dan cawan kedua yang telah disterilkan, medium
tidak mengalami perubahan dan masih tetap bening. Begitu juga dengan cawan
ketiga. Namun, cawan kedua terlihat lebih bening daripada cawan pertama dan
ketiga. Pada cawan ke empat, terdapat kotoran gigi pada bagian A dan epidermis
kulit tangan pada bagian B. Hasilnya, terlihat ada bakteri yang tumbuh,
terutama di bagian B yaitu epidermis kulit tangan. Bakteri yang terlihat lebih
banyak daripada kotoran gigi.
Pada
cawan petri nomor 5, yakni helai rambut terdapat kontaminan berwarna hijau.
Masuknya kontaminan dapat disebabkan karena kurang aseptik pada saat pengerjaan
penanaman helai rambut. Untuk cawan nomor 6 pada bagian A adalah jari tangan
sebelah kiri sebelum dicuci. Kemudian tangan tersebut dicuci dengan air
mengalir dan cairan antiseptik, maka pada bagian B akan terlihat lebih bersih
atau tidak ada bakteri sam sekali.
Cawan
petri nomor 7 yang diletakkan di dalam laboratorium terlihat lebih banyak
bakteri daripada cawan petri nomor 8 yang diletakkan di luar laboratorium
meskipun dari segi warna, cawan petri nomor 8 lebih keruh.
F. EVALUASI
Gambar
terlampir
G. KESIMPULAN
1. Mahasiswa
telah dapat memahami dan mengetahui jenis-jenis mikroba yang yang ada dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Mahasiswa
telah dapat memahami teknik pengembangbiakan mikroba berdasarkan jenis-jenis
mikroba.
H. DAFTAR
PUSTAKA
-
Schagel, Hans G, 1996, Mikrobiologi Umum, Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta
-
Waluyo, 2005, Mikrobiologi Umum, UMM Press, Malang
-
Dwidjoseputro, 2005, Dasar-Dasar Mikrobiologi, Djambatan,
Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar