LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
MORFOLOGI JAMUR
A.
TUJUAN
Mahasiswa dapat
memahami morfologi jamur meliputi sifat, perkembangbiakan, struktur tubuh, dan
jenis-jenisnya secara mikroskopis.
B.
DASAR TEORI
Dunia
mikroba terdiri dari Monera ( virus dan sianobakteri ), Protista, dan fungi.
Mikroorganisme tersebut diantaranya adalah bakteri, jamur, dan virus. Di dalam
kehidupannya beberapa mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur selalu
dipengaruhi oleh lingkungannya, dan untuk mempertahankan hidup, mikroorganisme
melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Adaptasi tersebut dapat mempengaruhi
morfologi dari mikroorganisme itu sendiri. Untuk mengidentifikasi suatu
mikroorganisme, dapat dilakukan dengan mengetahui morfologi dan struktur
anatomi dari mikroorganisme tersebut (Waluyo, 2004).
Jamur
adalah organisme yang selnya berinti sejati atau eukariotik, berbentuk benang,
bercabang, tidak berklorofil, dinding selnya mengandung khitin atau selulosa,
atau keduanya, heterotrof, absortif, dan sebagian besar tubuhnya terdiri dari
bagian vegetatif berupa hifa dan generatif yaitu spora (Volk and Wheeler,
1993).
Hifa
pada jamur dapat berfungsi sebagai pembentuk alat reproduksi da nada juga yang
tumbuh menjadi konidiofor yakni pembawa konidia yang dapat menghasilkan
konidium. Kumpulan hifa membentuk jaringan benang yang dikenal sebagai
miselium. Miselium inilah yang tumbuh menyebar diatas substrat dan berfungsi
sebagai penyerap makanan dari lingkungan (Syamsuri, 2004).
Jamur
uniseluler maupun multiseluler dapat berkembangbiak dengan cara seksual dan
aseksual. Pada jamur uniseluler, perkembangbiakkan secara seksual akan
membentuk tunas, dan secara aseksual membentuk spora askus (Pelczar, 1999).
Pada jamur
multiseluler, perkembangbiakkan secara seksual melalui peleburan inti jantan
dan inti betina sehingga membentuk spora askus. Sedangkan secara aseksual
dengan cara memutuskan benang hifa dan membentuk spora aseksual yaitu zoopora,
endospora, dan konidia (Coyne,1999).
C.
ALAT dan BAHAN
Morfologi
Kapang :
ALAT
:
1. Jarum
tanam tajam
2. Jarum
preparat
3. Gelas
benda
4. Kaca
penutup
5. Asam
laktat 3%
6. Mikroskop
7. Lampu
spiritus
BAHAN
:
1. Biakan
murni Aspergillus sp. pada medium TEA dalam cawan petri
2. Biakan
murni Rhizophus sp. pada tempe
Morfologi
Khamir :
ALAT
:
1. Gelas
benda dan kaca penutup
2. Ose
bulat
3. Mikroskop
4. Lampu
spiritus
BAHAN
:
1. Biakan
Saccharomyces sp. pada medium cair
D.
CARA KERJA
Morfologi
Kapang :
Aspergillus
sp.
Dibersihkan
gelas benda dengan alkohol hingga bebas lemak dan debu
↓
Diteteskan
asam laktat 3% di bagian tengah gelas benda
↓
Diambil
sedikit biakkan Aspergillus sp. di cawan dengan jarum tanam tajam
↓
Diletakkan
hati-hati di dalam larutan as.laktat 3%
↓
Diuraikan
hati-hati menggunakan jarum tanam tajam
↓
Ditutup
hati-hati dengan kaca penutup, dipastikan tidak ada gelembung udara
↓
Ditambahkan
minyak imersi jika perlu
↓
Diamati
di bawah mikroskop dengan perbesaran 400x
Rhizophus sp.
Dibersihkan
gelas benda dengan alkohol hingga bebas lemak dan debu
↓
Diteteskan
larutan asam laktat 3% di bagian tengah gelas benda
↓
Diambil
sedikit biakkan Rhizophus sp. pada tempe menggunakan jarum tanam tajam
↓
Diletakkan
hati-hati di bagian tengah gelas benda
↓
Diuraikan
hati-hati dengan jarum tanam tajam
↓
Diteteskan
minyak imersi bila perlu agar tidak ada gelembung udara
↓
Diamati
di bawah mikroskop dengan perbesaran 400x
Morfologi Khamir
(Yeast)
Saccharomyces sp.
Dibersihkan
gelas benda dengan alkohol sampai bebas lemak dan debu
↓
Diambil
sedikit biakkan Saccharomyces sp. pada medium cair dengan ose bulat
↓
Diletakkan
pada gelas benda dan ditutup dengan kaca penutup
↓
Diamati
di bawah mikroskop dengan perbesaran 400x
E.
PEMBAHASAN
Pada
praktikum mikrobiologi kali ini, praktikan diminta untuk mengamati morfologi
jamur secara mikroskopis. Jamur yang diamati yakni Aspergillus sp., Rhizophus
sp., dan Saccharomyces sp.. Aspergillus sp. dan Rhizophus sp. merupakan jenis
kapang.
Kapang
termasuk fungi multiseluler dan memiliki miselia atau filamen. Pertumbuhannya
dalam makanan sangat jelas yakni berbentuk seperti kapas. Pada umumnya fungi
tidak berklorofil sehingga tidak dapat memproduksi makanannya sendiri seperti
tanaman yang lain. Fungi memperoleh makanan dengan mengambil nutrisi dari
tanaman atau makanan tempatnya hidup. Kapang hidup sebagai parasit dan memiliki
dua macam hifa yang memiliki fungsi yang berbeda. Hifa fertile digunakan untuk
berkembang biak dan membentuk buah badan, sementara hifa vegetative digunakan
untuk menyerap nutrisi dari lingkungan.
Setelah
diamati melalui mikroskop dengan perbesaran 400x dapat diketahui bahwa
Aspergillus sp. dan Rhizophus sp. memiliki bentuk yang berbeda. Pada
Aspergillus sp. terdapat sel kaki, konidiofor yang berbentuk seperti batang,
vesikel, kemudian konidia. Pada Rhizophus sp., bentuknya menggerombol dan
bercabang. Pada setiap cabangnya memiliki sporangiofor dan sporangium
masing-masing namun dalam satu vesikel. Rhizophus sp. ada yang hidup di roti
yang biasa disebut kapang roti dan hidup di tempe. Pada roti, jamur ini
bersifat merusak roti. Warnanya gelap atau abu-abu pekat jika sudah tua dan
pertumbuhannya sangat cepat. Selain merusak makanan, ada pula jenis Rhizophus
yang digunakan untuk memproduksi makanan seperti tempe dan oncom.
Reproduksi
pada Rhizophus sp. yaitu secara seksual dan aseksual. Secara asksual jamur ini
akan membentuk spongiospora dan secara seksual membentuk zigospora. Jamur ini
bersifat heterithallik dimana proses reproduksinya membutuhkan dua thallus yang
berbada yakni thallus positif dan thallus negativ.
Selain
kapang, praktikan juga mengamati morfologi khamir yakni Saccharomyces sp.
khamir termasuk cendawan, tetapi berbeda dengan kapang, karena sifatnya yang
uniseluler. Khamir berkembang biak denga membentuk pertunasan dan
pertumbuhannya relatif lebih cepat daripada kapang.
Khamir
memiliki bentuk yang bermacam-macam yaitu bulat, oval, silinder dan ogival
yakni bulat panjang dengan salah satu ujung runcing, segitiga melengkung,
berbentuk bantat, bentuk apical atau lemon membentuk pseudomeselium dan
sebagainya.
Dari
yang praktikan amati melalui mikroskop dengan perbesaran 400x, diperoleh Saccharomyces
sp. berbentuk bulat menggerombol, ada pula yang menyebar. Khamir juga
berkembang biak secara seksual dengan membentuk askospora. Selain itu khamir
tidak dilengkapi flagellum atau organ penggerak lainnya.
F.
HASIL PENGAMATAN
Data
terlampir
G.
KESIMPULAN
Dari
praktikum yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kapang dan khamir memilki
morfologi yang berbeda. Kapang multiseluler, sedangkan khamir uniseluler.
Kapang berkembang biak membentuk buah badan sementara khamir membentuk
pertunasan. Meskipun begitu, kapang dan khamir memiliki kesamaan yaitu tidak
berklorofil dan bertahan hidup dengan mengambil nutrisi dari lingkungannya.
H.
DAFTAR PUSTAKA
-
Coyne, S, 1999, Soil Microbiology : An Exploratory Approach, Delmar Publisher, USA
-
Pelczar, J, 1999, Microbiology, MC Graw Hill, USA
-
Syamsuri, 2004, Biologi, Erlangga, Jakarta
-
Volk and Wheeler, 1993, Mikrobiologi Dasar, Erlangga, Jakarta
-
Waluyo, 2004, Mikrobiologi Umum, UMM Press, Malang
-
Semarang,
21 Maret 2014
Dosen
Pengampu Praktikan
Dra. M.G. Isworo
Rukmi, MKes. Restu
Wulandari