Sabtu, 21 Februari 2015

STERILISASI


LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI
STERILISASI



 








                                                                                                                    
DISUSUN OLEH :
RESTU WULANDARI      13-0345

AKADEMI FARMASI THERESIANA
SEMARANG
2014

LAPORAN MIKROBIOLOGI
STERILISASI

A.    TUJUAN
1.   Mahasiswa mampu memahami macam-macam cara dan alat sterilisasi dengan baik dan benar.
2.      Mahasiswa mampu menggunakan alat-alat sterilisasi dengan benar.

B.     DASAR TEORI
            Sterilisasi adalah suatu proses untuk menghilangkan semua jenis organisme hidup, dalam hal ini adalah mikroorganisme berupa protozoa, fungi, bakteri, mycoplasma, dan virus yang terdapat dalam suatu benda (Pratiwi, 2008).
            Sterilisasi yang baik dapat mencegah pertumbuhan mikroba lain yang tidak diharapkan dalam bahan yang telah disterilisasi. Jenis material juga mempengaruhi teknik sterilisasi suatu bahan. Begitu juga dengan alat-alat yang digunakan harus steril dan untuk mensterilkan alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi, maka dibutuhkan pengetahuan mengenai cara dan teknik sterilisasi karena masing-masing alat praktikum memiliki teknik sterilisasi yang berbeda (Hadioetomo, 1993).
            Metode sterilisasi dibagi menjadi dua, yaitu metode sterilisasi kimia dan metode sterilisasi fisik. Metode sterilisasi kimia adalah metode sterilisasi dengan menggunakan bahan-bahan kimia, sedangkan metode sterilisasi fisik yaitu dengan menggunakan metode panas kering dan panas basah. Pada metode panas kering tidak menggunakan uap air sama sekali, dan pada metode panas basah menggunakan uap air. Sterilisasi dengan metode panas kering berfungsi untuk mematikan organisme dengan cara mengoksidasi komponen sel ataupun mendenaturasi enzim. sedangkan sterilisasi panas basah berfingsi untuk membunuh sel-sel vegetatif dan spora eukariot (Pratiwi, 2008).
            Beberapa faktor yang mempengaruhi proses sterilisasi yaitu kelembaban, konsentrasi gas, suhu dan distribusi gas dalam chamber. Penghancuran bakteri tergantung pada adanya kelembaban, gas, dan suhu dalam bahan pengemas ( Siri, 1993).

C.    ALAT DAN BAHAN
Alat :
Cawan petri
Pipet volume

D.    CARA KERJA
Siapkan cawan petri dan pipet volume yang akan disterilkan
↓
Bungkus rapat cawan petri dan pipet volume dengan kertas bekas
↓
Masukkan cawan petri dan pipet ke dalam oven, sterilkan dengan suhu 170o selama 2 jam.

E.    EVALUASI
1.      Bagaimana cara Saudara mensterilkan larutan gula yang termolabil?
Jawab : dengan cara sterilisasi secara mekanik/penyaringan.
2.      Bagaimana cara Saudara menghilangkan spora bakteri dalam suatu bahan?
Jawab : dengan cara sterilisasi.

3.      Kalau Saudara akan menggunakan pipet, bagaimana Saudara mensterilkannya?
Jawab : pipet yang akan dipakai disterilkan dengan menggunakan oven pada suhu 170oC selama kurang lebih 2 jam.
4.      Sebutkan metode-metode sterilisasi secara fisik dan jelaskan keuntungan dan kerugian masing-masing metode!
Jawab :
1.       Sterilisasi dengan pemijaran : keuntungannya tidak membutuhkan waktu yang lama. Kerugiannya hanya bisa digunakan untuk alat-alat yang terbuat dari besi/kawat yang tahan terhadap pemanasan secara langsung.
2.       Sterlisasi dengan udara panas kering : dapat digunakan untuk alat-alat gelas sperti Erlenmeyer, cawan petri, tabung reaksi, dsb. Kerugiannya membutuhkan waktu yang lama.
3.       Sterilisasi dengan uap panas : dapat digunakan untuk senyawa gula, vitamin tidak tahan suhu yang terlalu tinggi dan dapat membunuh sel-sel vegetatif dari mikroba. Kerugiannya pemanasan tidak dapat dilakukan hanya sekali karena tidak dapat membunuh spora bakteri secara langsung.
4.       Sterilisasi dengan uap panas bertekanan : metode ini merupakan cara sterilisasi terbaik karena uap panas bertekanan tinggi akan mempermudah penetrasi uap air ke dalam sel mikroba yang menyebabkan terjadinya koagulasi protein protoplasma sehingga mempercepat kematian bakteri.

F.     KESIMPULAN
1.      Mahasiswa telah mampu memahami macam-macam metode sterilisasi dengan baik.
2.      Mahasiswa telah mampu memahami cara penggunaan alat-alat sterilisasi dengan baik.


G.   DAFTAR PUSTAKA
Pratiwi, T, Sylvia, 2008, Mikrobiologi Farmasi, Erlangga, Jakarta
Siri, Ratna, 1993,  Mikrobiologi Dasar dalam Praktek, Gramedia Pustaka Utama,       Jakarta
Hadioetomo, 1993,  Mikrobiologi Dasar dalam Praktek,  Erlangga, Jakarta


Semarang, 21 Februari 2014
Dosen pembimbing                                                                 Mahasiswa



  Dra. M.G. Isworo Rukmi, MKes                                                      Restu Wulandari
  




MIKROBA DI SEKITAR


LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI
MIKROBA DI SEKITAR KITA




 








DISUSUN OLEH :
RESTU WULANDARI         13-0345

AKADEMI FARMASI THERESIANA
SEMARANG
2014

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
MIKROBA DI SEKITAR KITA

A.    TUJUAN
1.      Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui jenis-jenis mikroba yang yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Mahasiswa dapat memahami teknik pengembangbiakan mikroba berdasarkan jenis-jenis mikroba.

B.     DASAR TEORI
Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita sangat besar dan cukup kompleks. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita seperti mulut, saluran pencernaan, dan kulit. Karena jumlah yang begitu banyak dan beragam, maka dalam mikrobiologi, diperlukan pemisahan antara spesies satu dengan yang lain agar menjadi suatu biakan yang murni ( Hans, 1996).
Mikroorganisme dibiakkan di laboratorium pada bahan yang disebut medium. Terdapat banyak sekali jenis medium yang tersedia dan pemakaian medium untuk pertumbuhan bakteri dipenagruhi oleh jenis mikroba yang akan ditumbuhikan. Untuk pemeliharaan mikroba yang telah dibiakkan, dalam jangka pendek dapat disimpan pada suhu lemari es ( 0o – 10oC ), sedangkan untuk pemeliharaan jangka panjang dapat disimpan dalam nitrogen cair pada suhu -196oC ( Waluyo, 2005).
Beberapa mikroba memiliki persyaratan nutrient yang sederhana, sementara yang lain memiliki persyaratan yang rumit. Karena alas an inilah, maka kondisi harus disesuaikan sedemikian sehingga menguntungkan bagi  bakteri yang sedang dibiakkan ( Dwidjoseputro, 2005).
C.     ALAT dan BAHAN
ALAT                                                                         BAHAN
1.      1 cawan petri yang tidak steril                              1. Medium TEA tegak
2.      7 cawan petri steril                                                2. Helai rambut          
3.      Bunsen                                                                  3. Epidermis kulit tangan
4.      Pipet volume yang tidak steril                              4. Kotoran gigi
5.      Aquadestilata                                                        5. Jari yang kotor
6.      Tusuk gigi

D.    CARA KERJA
Siapkan 1 cawan petri tidak steril dan 7 cawan petri steril
↓
Turunkan suhu TEA tegak yang sebelumnya telah dicairkan sampai suhu ± 38o – 40oC
↓
Tuangkan medium TEA tegak secara aseptik ke dalam semua cawan petri, biarkan membeku
↓
Biarkan cawan petri 1 (tidak steril) dan cawan petri 2 tanpa perlakuan.
(cawan petri 2 sebagai control)
↓
Ambil secara aseptic aquadest steril dengan pipet tidak steril, teteskan ke dalam cawan petri 3
↓
Tandai cawan petri 4 menjadi dua bagian A dan B. Kerik sedikit kotoran gigi dengan tusuk gigi dan letakkan pada bagian A
↓
Bersihkan alat pengerik dengan alcohol 70%, kerik sedikit epidermis kulit tangan, letakkan pada bagian B.
↓
Ambil helai rambut dengan pinset yang telah disterilakn dengan alkohol 70% dan letakkan pada cawan petri 5.
↓
Tandai cawan petri 6 menjadi dua bagian A dan B. bagian A untuk jari yang tidak steril, dan bagian B untuk jari pada tangan yang sama dan sudah cuci tangan dengan antiseptik.
↓
Buka cawan petri 7 dan 8. Cawan petri 7 diletakkan di dalam laboratorium, sedangkan cawan 8 di luar laboratorium.
↓
Inkubasikan selama 24 – 48 jam. Amati perubahan yang terjadi.

E.     PEMBAHASAN
Pada cawan pertama yang tidak steril dan cawan kedua yang telah disterilkan, medium tidak mengalami perubahan dan masih tetap bening. Begitu juga dengan cawan ketiga. Namun, cawan kedua terlihat lebih bening daripada cawan pertama dan ketiga. Pada cawan ke empat, terdapat kotoran gigi pada bagian A dan epidermis kulit tangan pada bagian B. Hasilnya, terlihat ada bakteri yang tumbuh, terutama di bagian B yaitu epidermis kulit tangan. Bakteri yang terlihat lebih banyak daripada kotoran gigi.
Pada cawan petri nomor 5, yakni helai rambut terdapat kontaminan berwarna hijau. Masuknya kontaminan dapat disebabkan karena kurang aseptik pada saat pengerjaan penanaman helai rambut. Untuk cawan nomor 6 pada bagian A adalah jari tangan sebelah kiri sebelum dicuci. Kemudian tangan tersebut dicuci dengan air mengalir dan cairan antiseptik, maka pada bagian B akan terlihat lebih bersih atau tidak ada bakteri sam sekali.
Cawan petri nomor 7 yang diletakkan di dalam laboratorium terlihat lebih banyak bakteri daripada cawan petri nomor 8 yang diletakkan di luar laboratorium meskipun dari segi warna, cawan petri nomor 8 lebih keruh.

F.      EVALUASI
Gambar terlampir

G.    KESIMPULAN
1.      Mahasiswa telah dapat memahami dan mengetahui jenis-jenis mikroba yang yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Mahasiswa telah dapat memahami teknik pengembangbiakan mikroba berdasarkan jenis-jenis mikroba.

H.    DAFTAR PUSTAKA
-          Schagel, Hans G, 1996, Mikrobiologi Umum, Gadjah Mada University Press,      Yogyakarta
-          Waluyo, 2005, Mikrobiologi Umum, UMM Press, Malang
-          Dwidjoseputro, 2005, Dasar-Dasar Mikrobiologi, Djambatan, Jakarta


LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI
PENYIAPAN MEDIA

 









                                                                                                                    
DISUSUN OLEH :
RESTU WULANDARI      13-0345

AKADEMI FARMASI THERESIANA
SEMARANG
2014

LAPORAN MIKROBIOLOGI
MEDIA

A.     TUJUAN
1.      Mahasiswa mampu membuat media NA (Nutrient Agar) dan TEA (Tauge Extract Agar) dengan baik dan benar.
2.      Mahasiswa mampu memahami jenis media yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme.

B.     DASAR TEORI
Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat makanan atau nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi dalam media berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel ( Soni, Ahmad 2010).
Lazimnya medium berisi air, sumber energi, zat hara sebagai sumber karbon, nitrogen, sulfur, phospat, oksigen, hidrogen, serta unsur-unsur sekelumit. Dalam bahan dasar, medium dapat pula ditambahkan faktor pertumbuhan berupa asam amino, vitamin, dan nukleotida ( Waluyo, 2007).
Medium dapat berupa medium cair, yang biasa digunakan adalah air kaldu. Pekerjaan laboratorium sekarang ini banyak dipermudah dengan telah adanya bermacam-macam medium yang tersedia dalam bentuk serba kering. Dan yang terakhir adalah medium sintetik yang berupa ramuan-ramuan zat anorganik yang tertentu, yang mengandung zat karbon dan nitrogen yang diperlukan oleh mikroba untuk melakukan metabolisme (Dwidjoseputro 1991).


C.     ALAT DAN BAHAN
ALAT :                                    BAHAN :
Erlenmeyer                               TEA cair
Batang pengaduk                      Agar (serbuk)
Kompor listrik                          NA (granul)
Autoklaf                                   Akuades
Kapas

D.    CARA KERJA
Pembuatan NA 90 ml
Disiapkan beaker glass dan diisi aquadest sampai 90 mL
↓
Disiapkan serbuk NA yang telah ditimbang untuk 90 mL dan masukkan ke dalam Erlenmeyer
↓
Panaskan serbuk NA di atas kompor listrik sambil diaduk hingga larutan menjadi bening dan mendidih sempurna
↓
Setelah mendidih, angkat dari kompor dan tutup dengan kapas. Pastikan sumbatan kapas kencang dan padat.
↓
Tutup dengan kertas Koran dan diikat dengan karet gelang.
↓
Sterilkan dengan autoklaf dengan tekanan 2 atm, suhu 121o, selama 15 menit.
↓
Hasil NA yang telah disterilkan disimpan dalam lemari pendingin

Pembuatan TEA 150 mL
Masukkan serbuk agar ke dalam medium taoge extract cair
↓
Panaskan di atas kompor listrik, aduk hingga agar larut sempurna
↓
Jika sudah larut dan mendidih, angkat dan tutup mulut Erlenmeyer dengan kapas dan kertas Koran seperti pada NA
↓
Sterilkan menggunakan autoklaf dengan tekanan 2 atm, suhu 121o selama 15 menit
↓
Hasil disimpan dalam lemari pendingin.

E.     PEMBAHASAN
Dalam mikrobiologi pembuatan media sangat penting karena melalui media inilah kita dapat mengembangbiakkan mikroba. Setiap jenis mikroba memiliki karakter masing-masing dan menjadi faktor penting dalam pembuatan media. Pembuatan media haruslah sesuai dengan jenis mikroba yang hendak kita biakkan di dalamnya. Pembuatan media dengan cara yang tepat akan mempengaruhi perkembangan mikroba di dalamnya. Pada saat membuat media, kita juga perlu mensterilkan media agar tidak ada kontaminasi dari mikroba lain yang tidak kita kehendaki. Selain media, alat-alat yang kita gunakan juga harus steril untuk mencegah kontaminasi tersebut.





F.      EVALUASI
1.      Hitunglah kebutuhan bahan untuk membuat 50 tabung reaksi medium nutrient broth ( 1 tabung kira-kira 5 ml medium)
Jawab : 5 x 50 = 250 ml
Ekstrak daging : 3gr/1000ml x 250 ml = 0,75gr
Pepton : 5gr/1000ml x 250 ml = 1,25gr
NaCl : 0,5gr/1000ml x 250 ml = 0,125gr
Aquadest = 250 ml
2.      Hitunglah kebutuhan bahan untuk membuat 25 cawan petri medium nutrient agar dengan menggunakan ekstrak daging (1 cawan berisi kira-kira 15 ml medium)
Jawab : 25 x 15 = 375 ml
Ekstrak daging : 3gr/1000 ml x 375 ml = 1,125gr
Pepton : 5gr/1000ml x 375 ml = 1,875gr
NaCl : 0,5gr/1000 ml x 375 ml = 0,1875gr

G.    KESIMPULAN
1.      Mahasiswa telah mampu membuat media TEA dan NA dengan baik dan benar.
2.      Mahasiswa telah mampu memahami jenis media yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme.







H.    DAFTAR PUSTAKA
-         Soni, Ahmad, 2010, Nutrisi Mikroorganisme dalam Media, http://AhmadSoni.Web.id, Diakses pada tanggal 3 Oktober 2011
-         Waluyo, L, 2007, Mikrobiologi Umum, Erlangga, Jakarta
-         Dwidjoseputro, 1994, Mikrobiologi, Erlangga, Jakarta


Semarang, 21 Februari 2014
Dosen pembimbing                                                                   Mahasiswa



  Dra. M.G. Isworo Rukmi, MKes                                                        Restu Wulandari