LAPORAN
PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI
STERILISASI
![]() |
DISUSUN
OLEH :
RESTU WULANDARI
13-0345
AKADEMI
FARMASI THERESIANA
SEMARANG
2014
LAPORAN
MIKROBIOLOGI
STERILISASI
A. TUJUAN
1.
Mahasiswa mampu memahami macam-macam
cara dan alat sterilisasi dengan baik dan benar.
2. Mahasiswa
mampu menggunakan alat-alat sterilisasi dengan benar.
B. DASAR TEORI
Sterilisasi adalah suatu proses
untuk menghilangkan semua jenis organisme hidup, dalam hal ini adalah
mikroorganisme berupa protozoa, fungi, bakteri, mycoplasma, dan virus yang
terdapat dalam suatu benda (Pratiwi, 2008).
Sterilisasi yang baik dapat mencegah
pertumbuhan mikroba lain yang tidak diharapkan dalam bahan yang telah
disterilisasi. Jenis material juga mempengaruhi teknik sterilisasi suatu bahan.
Begitu juga dengan alat-alat yang digunakan harus steril dan untuk mensterilkan
alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi, maka dibutuhkan
pengetahuan mengenai cara dan teknik sterilisasi karena masing-masing alat
praktikum memiliki teknik sterilisasi yang berbeda (Hadioetomo, 1993).
Metode sterilisasi dibagi menjadi
dua, yaitu metode sterilisasi kimia dan metode sterilisasi fisik. Metode
sterilisasi kimia adalah metode sterilisasi dengan menggunakan bahan-bahan
kimia, sedangkan metode sterilisasi fisik yaitu dengan menggunakan metode panas
kering dan panas basah. Pada metode panas kering tidak menggunakan uap air sama
sekali, dan pada metode panas basah menggunakan uap air. Sterilisasi dengan
metode panas kering berfungsi untuk mematikan organisme dengan cara
mengoksidasi komponen sel ataupun mendenaturasi enzim. sedangkan sterilisasi
panas basah berfingsi untuk membunuh sel-sel vegetatif dan spora eukariot
(Pratiwi, 2008).
Beberapa faktor yang mempengaruhi
proses sterilisasi yaitu kelembaban, konsentrasi gas, suhu dan distribusi gas
dalam chamber. Penghancuran bakteri tergantung pada adanya kelembaban, gas, dan
suhu dalam bahan pengemas ( Siri, 1993).
C.
ALAT
DAN BAHAN
Alat
:
Cawan
petri
Pipet
volume
D.
CARA
KERJA
Siapkan cawan petri dan pipet volume yang akan
disterilkan
↓
Bungkus rapat cawan petri dan pipet volume dengan
kertas bekas
↓
Masukkan cawan petri dan pipet ke dalam oven,
sterilkan dengan suhu 170o selama 2 jam.
E.
EVALUASI
1.
Bagaimana cara Saudara mensterilkan
larutan gula yang termolabil?
Jawab : dengan
cara sterilisasi secara mekanik/penyaringan.
2.
Bagaimana cara Saudara menghilangkan
spora bakteri dalam suatu bahan?
Jawab : dengan
cara sterilisasi.
3.
Kalau Saudara akan menggunakan pipet,
bagaimana Saudara mensterilkannya?
Jawab : pipet
yang akan dipakai disterilkan dengan menggunakan oven pada suhu 170oC
selama kurang lebih 2 jam.
4.
Sebutkan metode-metode sterilisasi
secara fisik dan jelaskan keuntungan dan kerugian masing-masing metode!
Jawab :
1.
Sterilisasi dengan pemijaran :
keuntungannya tidak membutuhkan waktu yang lama. Kerugiannya hanya bisa
digunakan untuk alat-alat yang terbuat dari besi/kawat yang tahan terhadap
pemanasan secara langsung.
2.
Sterlisasi dengan udara panas kering : dapat
digunakan untuk alat-alat gelas sperti Erlenmeyer, cawan petri, tabung reaksi,
dsb. Kerugiannya membutuhkan waktu yang lama.
3.
Sterilisasi dengan uap panas : dapat
digunakan untuk senyawa gula, vitamin tidak tahan suhu yang terlalu tinggi dan
dapat membunuh sel-sel vegetatif dari mikroba. Kerugiannya pemanasan tidak
dapat dilakukan hanya sekali karena tidak dapat membunuh spora bakteri secara
langsung.
4.
Sterilisasi dengan uap panas bertekanan
: metode ini merupakan cara sterilisasi terbaik karena uap panas bertekanan
tinggi akan mempermudah penetrasi uap air ke dalam sel mikroba yang menyebabkan
terjadinya koagulasi protein protoplasma sehingga mempercepat kematian bakteri.
F.
KESIMPULAN
1.
Mahasiswa telah mampu memahami
macam-macam metode sterilisasi dengan baik.
2.
Mahasiswa telah mampu memahami cara
penggunaan alat-alat sterilisasi dengan baik.
G.
DAFTAR
PUSTAKA
Pratiwi,
T, Sylvia, 2008, Mikrobiologi Farmasi,
Erlangga, Jakarta
Siri, Ratna, 1993, Mikrobiologi Dasar dalam Praktek,
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Hadioetomo, 1993, Mikrobiologi
Dasar dalam Praktek, Erlangga, Jakarta
Semarang, 21 Februari 2014
Dosen
pembimbing Mahasiswa
Dra. M.G. Isworo Rukmi, MKes Restu
Wulandari

